alterntif text

Kaba DPRD Bukittinggi

Negosiasi DPRD Berhasil, Pembongkaran Ditunda 1×24 Jam

Bukittinggi, KABA12.com — Sejak pukul 09.00 WIB tadi, proses pembongkaran Stasiun mulai dilakukan. Satu per satu rumah yang beridir di atas aset PT. KAI diruntuhkan. Berbagai protes keras warga pun terus diterima PT. KAI.

Beberapa warga pun terus berupaya menghentikan kerja alat berat yang terus melaksanakan tugasnya. Bahkan Dedi, manager aset PT. KAI Divisi Regional II Sumbar, sempat beberapa diprotes warga dan terpaksa diamankan.

Beberapa jam berlalu, DPRD Bukittinggi yang terus mengawasi pembongkaran ini, akhirnya dapat menemui Kepala PT. KAI Divisi Regional II Sumbar, Sulthon.
Dalam pembicaraan singkatnya, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, didampingi Wakil Ketua Yontrimansyah, Ketua komisi III, Rusdy Nurman dan anggota DPRD Edison, melakukan negosiasi dengan PT. KAI untuk menghentikan dan menunda pembongkaran.

Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial meminta atas nama warga stasiun, untuk menunda pembongkaran dan memberikan waktu untuk warga terdampak untuk melakukan pengosoangan rumah mereka sebelum dibongkar.

“Kami meminta agar ditunda 1×24 jam supaya warga bisa mengosongkan rumahnya sebelum dibongkar,” jelasnya.
Alhasil, negosiasi atas dasar kemanusiaan itu pun sukses. Kepala PT. KAI Divisi Regional II Sumbar, Sulthon, sepakat untuk ditunda dan memberikan waktu 1×24 jam untuk pengosongan.

“Kami sepakat untuk menunda pembongkaran. Dalam waktu 1×24 jam diharapkan warga dengan legowo mengosongkan rumah mereka. Setelah itu, kami akan lanjutkan pembongkaran ini. Penundaan ini dijamin langaung oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi,” pungkasnya.

Setelah negosiasi singkat itu, surat permohonan penundaan itu langsung dibuat. Pembogkaran dihentikan setelah surat itu ditandatangani.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top