alterntif text

Kaba DPRD Agam

Maksimalkan APBD Untuk Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Oleh : Arman J.Piliang

Di era kabinet kerja dengan moto kerja, kerja dan kerja harus di imbangi oleh daerah dengan melakukan perimbangan keuangan yang membangun antara belanja modal dan belanja tidak langsung, sehingga asset daerah akan bertambah.

Selama ini kesulitan keuangan daerah sesalu jadi alasan mengapa pembangunan infra begitu lambat. Baik pembangunan jalan, jembatan, irigasi serta sarana infra struktur lainnya.

Hal itu akibat rendahnya pendapatan daerah baik DAU maupun pendapatan asli daerah (PAD), solusinya adalah dengan mengurangi kegiatan yang dirasa tidak begitu penting dilaksanakan dengan rasionalisasi dan efisiensi terhadap penggunaan anggaran oleh organisasi perangkat daerah. Disamping itu harus rajin dan tetap gesit berkomunikasi dengan kementrian lembaga di pusat untuk mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) yang ada di kementrian lembaga.

Kecermatan menyusun rencana keuangan tahunan seperti APBD sungguh merupakan keharusan yang harus dipatuhi oleh pemerintah daerah bersama DPRD sehingga sisa lebih penggunaan anggaran( SILPA) dapat ditekan seminimal mungkin.

Apalagi SILPA yang bersumbar dari belanja tidak langsung, dimana dengan adanya sisa lebih penggunaan anggaran yang besar setiap tahun menjadikan pembangunan terlambat untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bayangkan kalau silpa belanja tidak langsung pada anggaran tahun sebelumnya mencapai Rp.20- 30 M.

Kalau saja sebuah perencanaan yang matang dan tepat tentu saja silpa tersebut tidak ada dan dapat digunakan untuk biaya pembangunan, dan apabila dibandingkan antara silpa yang menembus angka Rp. 30 M setara dengan 30 Km lebih pembangunan jalan aspal hot mix atau pembangunan irigasi sehingga tingkat ekonomi masyarakat dalam bidang pertanian dapat teratasi.

Banyak hal dapat dilakukan oleh pemerintahan dalam mempercepat pembangunan infra struktur, itulah sebabnya RKPD kabupaten harus singkron dengan RKP dan RKPD propinsi. Disamping itu prioritas RPJMD harus tercapai sesegera mungkin disamping prioritas pembangunan infrastruktur pembangunan bidang kepariwisataan harus dipacu mengingat sumber daya pariwisata kabupaten Agam yang luar biasa dan harus ada terobosan baru sebagai mana visi bupati yang inovatif.

Besar harapan tentunya kepada semua OPD yang lolos secara seleksi mempunyai kompetensi dalam malaksanakan tugas dan fungsi masing masing dapat melakukan berbagai terobosan baru yang inovatif.
Dengan harapan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Tentunya menjadi kewajiban kita bersama untuk mewujudkan hal tersebut.
Jangan ada lagi masyarakat yang miskin karena tidak bisa berusaha akibat keterbatasan infrastruktur.

Sawah harus panen, ladang harus menghasilkan.Jalan lancar sehingga tidak membebani ongkos angkut. Mari, bersama kita kuat.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top