Cerpen

Double M

Oleh : SHO

***

Tubuhnya tersentak keras dengan diikuti wajahnya yang kembali berwarna, mata tak normalnya kembali seperti sedia kala. Helaan nafasnya yang kembali normal tampak seolah mengembalikan kesadarannya. Matanya mengerjap beberapa kali dan mendadak bingung dengan kejadian yang berlalu sebelum ia menghela nafas panjang.

Sebuah amplop tergelatak tak jauh darinya. Ia mengambil dan membacanya dalam bingung, sepertinya surat ini ada kaitannya dengan kejadian beberapa menit yang lalu.

23 Februari

Aku harap kau dalam keadaan baik-baik saja saat membawa surat ini.

Aku tahu kau selalu memuntahkan makanan yang selalu kupaksa makan itu, aku juga tahu selama ini kau menahannya dan terus merasa lapar dari hari itu. Maafkan aku.

Kau tahu, dirimu yang selalu menjauh itu semakin membuatku kesepian, meskipun aku sadar kau hanya ingin menyelamatkan(mempersiapkan)ku menuju kebahagian(mu). Well, kau tahu aku merindukan saat-saat kau tidak merasa canggung berbicara denganku, ikut dalam lingkaran pembicaraan anak-anak lain, memakan makanan di kafetaria, menyelinap ke perpustakaan saat jam pelajaran, bermain basket dengan si A dan si B, latihan drama dan beberapa hal konyol lainnya bersama murid lain.

Kau ingat tanggal 23 februari tahun lalu? Saat kau, hm, memakan semuanya hingga tak menyisakan apapun. Tanah serasa berkuncang dikarenakan orang-orang yang berlarian dengan panik, mengejutkannya lagi kau mengunciku di kamar. Tiga hari berikutnya pintu kamarku terbuka, kuputuskan untuk berkeliling keluar dan tidak dapat menemukan seorangpun selain dua makhluk astral yang tiba-tiba mendekatiku. Tidak lama setelah itu kamipun berteman.

Kau semakin menjauh sejak saat itu, mulai melakukan perburuan hingga ke luar sektor sekolah dan pulang larut malam, lucunya lagi kau tak membiarkanku tidur di lantai yang sama hanya untuk menghiburku.

Aku tahu sifat manusia adalah menyimpan bagian makanan tebaik untuk dinikmati belakangan, kulihat kau juga seperti itu. Haha, sepertinya aku mulai menyerah dengan kehidupanku. Kau menginginkanku bukan?

Your best friend, doubleM

***

Kuambil quinque mengilap dari peralatan perkakas tua yang kusembunyikan di dalam ruang rahasia lemari. Benda itu panjang, berkilat dengan warna merah darahnya, beberapa bentuk ukiran terdapat di beberapa tempat, kalau tidak salah ayah pernah menambahkan ukiran burung hantu di salah satu tempat itu sebelum ia memberikannya padaku.

Ketukan ringan terdengar dari pintu, aku mendekat ke pintu dan menyampirkan benda itu di punggung. Kuputar knop pintu dan di sambut dengan geraman pelannya.

Kubuka pintu itu agak sedikit lebih lebar untuk berhadapan dengannya. Ya, tentu saja aku sedikit khawatir.

Dengan wajah seperti yang kulihat sebelumnya ia memberiku sebuah seringaian dan geraman.

Hatiku tersenyum miris, badannya yang bersih dari lecet menandakan ia belum pernah mendapat perlawanan dari siapapun, jelas karena manusia biasa akan langsung mati ditangannya. Ya, bukan apa-apa bagiku. Aku tahu seharusnya aku menyesal menunda tugas ini, karena keteledoranku populasi satu kota nyaris punah dan aku malah membiarkan diriku terus-terusan melekat dengannya. Ya, aku tahu ini sangat miris, persahabatanku dengannya hanya omong kosong meskipun ia menyelamatkan hidupku. Ha…dia hanya menginginkan seonggok daging manis yang bisa dinikmati di pagi yang cerah. Dia tak lebih dari bangsawan tua berlemak yang mengumpulkan harta dan menikmatinya sendiri di hari yang tenang berama gadis-gadis muda. Tak lebih dari itu.

Bercanda, dia hanya ghoul.

Wajahnya menampilkan ekspresi menantang dengan pijakan kaki kirinya yang menguat bersiap menghantam dan menerkamku.

Kuberikan ia senyuman terbaik dan memasang kuda-kuda. Well, kalau sudah begini aku tidak punya pilihan lain.

The End.

Cerita Sebelumnya : Double M

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top