Cerpen

Double M

Oleh : SHO

“Ken?”

“Aku tidak apa-apa, jangan pedulikan aku. Sebaiknya kau kembali ke kamarmu, akan kubawakan waffle dan susu vanilla kesukaanmu dan jangan lupa untuk membersihkan badanmu.”

“Ken?”

Ken hanya tersenyum, berjalan ke seberang koridor dan menghilang di balik undakan tangga. Aroma tubuhnya masih samar tercium dibawa angin yang tiba-tiba melesat melalui jendela besar di dinding sebelah kiri.

Perlahan kubuka pintu berwarna coklat pudar yang telah bercampur dengan warna lain itu. Kosong, hanya sebuah ranjang, lemari, meja belajar, computer, jendela besar, warna dinding yang dicat pink coral dan lantai marmer berwarna putih gading. Yang oleh otakku disimpulkan sebagai personafikasi dari kesuraman jiwaku sendiri.

Kuhela nafas panjang dan berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian dan handuk. Sekali lagi aku menghela nafas.

Blamm.

***

“Kyle, kau sedang tidak memelototiku disaat seperti ini bukan?”

“Tidak ada yang akan mengetahuinya.” bocah itu memperbaiki posisi duduknya menjadi posisi sila.

“Tapi aku sedang mandi!” bocah itu malah terkekeh.

“Kau lupa kalau kita sejenis?”

“Tentu saja, kalau bukan untuk apa aku mengizinkamu mengikutiku sampai kesini.”

“Baiklah, lagipula ini kamar mandi umum. Aku akan bergabung denganmu, sepertinya Kyne sebentar lagi keluar dari toilet.”

Aku memutar bola mata dan kembali menggosok tubuhku dengan sponge badan berlumur busa. Kuhela nafas pelan.

“Kau masih saja menghela nafasmu. Kau tahu itu tidak baik.” Kyne berdiri di sampingku, ia terlihat manis dengan baju mandi birunya.

“Sekali kau mencoba efek yang diberikannya akan sama dengan Morfin.” Gadis itu mengangguk antara paham dan tidak, Kyle yang berdiri disebelahnya memberikan senyuman lebar yang sedikit ganjil.

“Kalian tau, Percy menyuruhku untuk memotong poniku seperti Maryouna Louis. Apa kalian memikirkan hal yang sama?”

“Percy yang mana?”

Kyne berfikir sejenak dengan kening yang jelas kerutannya. “Maksudmu memotong poni gentayangan itu?”

Aku melirik kedua gadis itu bergantian. “Ya, sebaiknya kau potong poni gentayangan itu. Bagaimana dengan ‘membumihanguskan’?”

Kyle tertawa lepas, berbanding terbalik dengan Kyne yang memasang  ekspresi sedihnya.

“Apakah ia masih sama?”

“Aku belum bisa menghentikannya. Maafkan aku.”

***

Knock knock knock

“Aku mendapatkan waffle dan susu vanillamu lebih banyak dari biasanya, aku juga membawa salad buah dan makanan berat untuk memperbaiki gizimu,” Ken disana berdiri di ambang pintu sambil membawa piring waffle, susu vanilla dan plastik putih besar. Aku meliriknya dari atas ke bawah. “Jangan kau tanyakan, aku tahu apa yang mau kau katakan.”

“Bukan hanya itu, aku ingin kau makan malam di ruanganku sambil bercerita satu sama lain. Sudah lama aku merindukan hal itu.”

Ken menyentuh dagunya, ciri khasnya ketika ia berpikir maupun ketika berbohong. Jadi aku tidak bisa membedakan hal itu sekarang. “Hm, aku ragu.”

“Tak masalah, welcome to my room. Sebaiknya kita segera makan, perutku sudah mulai keroncongan.”

Ken meletakkan piring dan plastik itu di lantai berlapis karpet khas Turki dan langsung duduk diatasnya sembari menata makanan-makanan tersebut. “Cepatlah makan jika perutmu benar berkata begitu.”

Aku hanya tersenyum, duduk tepat di depan piring waffleku dan memakannya lahap. “Kau memilih rasa yang pas, Ken. Cheese matcha, sebaiknya kau harus mencoba salad yang terlihat lezat itu.”

Dia diam, kepalanya sibuk melihat sekeliling dan berhasil menemukan sebuah kotak berlampu merah-hijau. “Kau masih menggunakan pemancar wi-fi rusak itu?”

“Satu-satunya jalur untuk menghubungi duniaku hanya ini, aku juga ingin mempelajari ilmu anatomi yang materinya banyak beredar di internet.”

“Dari mana kau mendapatkannya?”

“Si kembar, kupikir mereka mencurinya dari ruang kepala sekolah yang selalu menyimpan satu untuk dirinya sendiri.”

“Begitu.” tangannya mencoba menyuap salad itu kemulutnya dengan ragu.

“Hm, hei. Kau, tidak bisakah kau menghentikannya? Berkeliaran mencari makanan untukku. Pulang larut malam, hanya terdiam di tangga sana, meninggalkanku lumutan sendirian di lantai ini. Setidaknya, tidak bisakah kau melepaskanku keluar dari area sekolah? Aku bisa menjaga diriku sendiri, aku bisa pergi ke kota sebelah atau bahkan negara sebelah dan memulai kehidupan baruku disana dengan manusia lainnya. Tidak bisakah kau lakukan itu? Kau hanya meninggalkanku aman untuk merasakan kesepian.”

Dia terdiam, tak bergerak, hanya mempertahankan posisinya yang masih memegang sendok dengan ragu. Tapi sedetik kemudian dia menyuap salad itu lagi, meski kenyataannya aku mengetahui salad yang sebelumnya hanya ia sembunyikan dibawah lidah.

“Maafkan aku, tapi aku merasa disinilah tempat paling aman yang bisa kau tempati,” ya tentu saja aman, tepat langsung dibawah hidungnya. Sangat aman sekali. “Maafkan aku yang juga tidak bisa menahan hasrat rakus ini. Maafkan aku Mei.”

“Mendengarmu terus berkata maaf membuatku kesal,”

Sunyi menyeruak diantara kami setelah aku mengatakan hal itu, aku tidak akan menyesalinya karena aku benar-benar akan merasa kesal jika ia sendiri tidak berubah setelah kata maaf yang selalu ia katakan. Yang ia lakukan hanya terus pura-pura menyuap dan memakan salad itu.

“Akan lebih baik bagiku jika kau berhenti berpura-pura menyukai makanan itu,” seketika itu juga ia berhenti melakukan aktivitas sia-sianya. “Akan lebih baik lagi bagiku kau berhenti dan aku akan sukarela memberikan tubuh ini untukmu, tapi jangan orang lain.”

Ken tiba-tiba saja berdiri dan siap berjalan dengan langkah lebar biasanya. “Maafkan aku, Mei.” Tanganku dengan cepat mencegat lengan kurusnya sehingga ia berhenti sebelum akhirnya ia melepas paksa setengah lembut tanganku dari lengannya.

“Aku tidak akan membiarkannya.”

Bersambung !!! ( Rabu, 27 Juli 2017 )

2 Comments

2 Comments

  1. yuni e

    25 Juli 2017 at 08:05

    kemarin libur ya? sekarang nongol lagi cerpen baru. tambah mantap kaba12.com. bravo.

    • Admin KABA12.com

      25 Juli 2017 at 08:08

      iya mba, kemaren finishing cerpennya belum siap, jadi kami tunda penayangannya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top