Agam

Suku Maori Belajar Kerajinan Minangkabau

Agam, KABA12.com — Tak hanya berdiskusi soal penanggulangan bencana, suku Māori dari New Zealand juga mempelajari kerajinan khas Minangkabau.

Dihari ke-3 lawatannya ke Kabupaten Agam, warga asli New Zealand berkunjung ke salah satu pusat kerajinan asli Minangkabau di Yayasan Amai Setia Koto Gadang di IV Koto, Rabu (08/02).

Rombonganmaori 1 yang dipimpin kepala suku Māori, Tui Warmenhoven, Jean Palmer, Robyn Rauna, serta tim riset dari GNS Scince Phil Glassey, Julian Thomson, Joe McLeod dan Megan Collins translator indenpenden, dan ikut mendampingi tim BNPB, tim dari UGM Jogjakarta, serta BPBD Agam dan Camat IV Koto.

Rombongan mendatangi rumah Yayasan Amai Setia langsung terkesima dengan seluruh hasil kerajinan yang terpajang, “Wow amazing, its nice, lovely, very Clever (wow luar biasa, ini bagus, menarik, sangat cerdik/pintar),” ungkap Jean Palmer saat diwawancarai KABA12.com

Jean mengungkapkan rasa kagumnya akan kerajinan yang diproduksi masyarakat Minangkabau. Menurutnya warga lokal Agam sangat pintar dan kreatif dalam membuat kerajinan, “I Wanna apply in my country (saya akan coba di negara saya),” ujarnya lagi.

Rombonganmaori 2 suku Māori tidak menyia-nyiakan momen tersebut, mereka langsung berinteraksi dan belajar langsung dengan pengrajin di Yayasan Amai Setia.

“Kita senang dan bangga didatangi rombongan BPBD Agam, ini kali pertama suku Māori datang ke yayasan kita, dan saya lihat mereka sangat menyukai hasil kerajinan kita,” ujar Fitri Pengurus Yayasan Amai Setia Koto Gadang.

Halmaori 4 senada diutarakan camat IV Koto Rahmi Artati, kedatangan suku Māori tidak hanya berbagi informasi terkait kebencanaan tapi juga mempelajari hasil kerajinan Minangkabau, “kedatangan suku Māori juga bisa sebagai ajang promosi pariwisata dan hasil kerajinan daerah kita seperti sulaman, bordir, dan kerajinan perak,” jelas Rahmi Artati.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top