Kaba Terkini

Ini Fakta yang Harus Diketahui Soal Vaksin DBD

Life, KABA12.com — Semua oran tua, paling takut saat si kecil terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Wajar sih karena kasus ini bisa berakibat fatal bahkan mematikan buat si kecil. Makanya ketika ada salah satu anak tetangga yang terkena DBD.

Dengue berat atau Demam Berdarah Dengue pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1968, tepatnya di kota Jakarta dan Surabaya, 15 tahun setelah kemunculannya di Filipina. Dengue adalah salah satu penyakit hiperendemik di Indonesia dengan siklus epidemik yang tinggi di mana keempat serotipe virus dengue teridentifikasi di sini.

Umumnya penyakit ini ditemukan di daerah perkotaan, namun dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ini telah menyebar ke daerah pedesaan dan daerah pedalaman.

Menurut data World Health Organization (WHO), dari tahun 2004 sampai dengan 2010, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus dengue paling tinggi kedua di dunia setelah Brasil, dengan jumlah rata-rata sebanyak 129.000 kasus per tahun.

Seiring perkembangan teknologi, ternyata sekarang sudah ada lho vaksin untuk dengue. Vaksin ini diproduksi oleh Sanofi Pasteur, divisi vaksin dari Sanofi, yang menyatakan bahwa vaksin ini telah tersedia di klinik dan rumah sakit swasta di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui vaksin dengue untuk digunakan pada individu berusia sembilan sampai 16 tahun untuk pencegahan dengue yang disebabkan oleh keempat serotipe virus dengue.

“Pada kelompok umur 9-16 tahun hasilnya konsisten. Secara signifikan menurunkan angka infeksi sampai 65 persen, angka perawatan di rumah sakit turun sampai 80 persen, dan kasus dengue berat turun sampai 92 persen,” kata Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro Sp.A(K) selaku Ketua Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI), Seperti dilansir oleh Vemale.com.

Dikatakan Joko Murdianto sebagai General Manager Sanofi Pasteur bahwa vaksin ini sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia mulai September 2017. “Vaksin ini efektif melawan empat jenis serotipe virus dengue yang dapat membantu mengurangi beban penyakit tahunan di Indonesia sebesar US$ 323 juta (sekitar Rp.4,2 miliar),” tambah Joko.

Hingga saat ini, vaksin dengue milik Sanofi Pasteur telah mendapat persetujuan pemasaran di 12 negara, yaitu Meksiko, Filipina, Brasil, El Salvador, Costa Rika, Paraguay, Guatemala, Peru, Indonesia, Thailand, Singapura, dan Bolivia. Proses kajian regulasi untuk vaksin dengue ini juga berlangsung di negara-negara lainnya di mana dengue merupakan prioritas kesehatan masyarakat.

(Richard)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top