Bukittinggi

2016, Angka Perceraian Capai 911 Kasus

Bukittinggi, KABA12.com — Dari tahun ke tahun, kasus perceraian di Kota Bukitttinggi terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dalam kurun satu tahun terakhir pada 2016, dari 911 perkara yang masuk Pengadilan Agama (PA) Kelas 1B Bukitttinggi 487 diantaranya perkara gugatan perceraian, dan 247 cerai talak. Sebagian besar diantaranya kini tinggal menunggu putusan akhir PA.

“Dari data yag ada di Pengadilan Agama, pihak istri yang paling banyak mengajukan cerai gugat kepada suaminya,” ujar Panitra Muda PA Bukitttinggi, Amrizal, S.Ag.

Menurutnya, tingginya perkara perceraian yang diajukan istri ketimbang suami karena adanya perselisihan yang disebabkan faktor ekonomi, KDRT, hingga hadirnya orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) menjadi alasan sehingga para IRT (Ibu Rumah Tangga) tersebut mengajukan gugatan perceraian.

“Dari laporan yang kami miliki, biasanya selain perselisihan, rata-rata para IRT mengajukan gugatan cerai karena alasan faktor ekonomi, adanya orang ketiga dalam rumah tangga (perselingkuhan) yang mereka miliki,” ungkap Panitra Muda PA Bukitttinggi, Amrizal, S.Ag.
Dengan demikian, ratusan IRT di Bukittinggi kini harus siap-siap menyandang status janda.

Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, perkara cerai gugat pada tahun 2015 mencapai angka 400, sedangkan cerai talak sebanyak 188 perkara.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top