News Lokal

Bergantung Hidup dengan Mencari Pensi

Agam, KABA12.com — Tak pernah menyerah serta bersyukur akan rezki yang diberikan Tuhan, itulah kalimat yang pantas  disematkan kepada Asni (60), warga Lubuk Sao, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang sehari-hari berprofesi sebagai pencari pensi.

Setiap pukul 08.00 WIB, dengan membawa tas kecil berisikan mukena serta bekal makan siang, wanita tua paruh baya itupun bersama lima rekannya, memulai aktifitas mencari kerang kecil air tawar di sepanjang aliran Danau Màninjau.

pensiDengan menggunakan tirisan plastik, serta satu karung kecil pekerjaan tersebut digeluti janda lima anak tersebut setiap hari hingga pukul empat sore.

Walaupun hasilnya tidak seberapa, namun tak ada pilihan lain yang bisa ia lakukan untuk menghidupi keluarga sejak puluhan tahun lalu. Dalam satu hari, beliau Asni mampu mengumpulkan 10 sampai 15 liter dan dihargai pedagang Rp 3 ribu per liternya.

Sebelumnya beliau mencari pensi di pinggiran Danau Maninjau, namun karena tercemarnya danau akibat tubo belerang 4 bulan terakhir, Asni bersama rekannya terpaksa mencari hewan hewan endemik danau maninjau tersebut di tempat lain, “dulunya kami mencari pensi di Danau Maninjau, akan tetapi  belakangan ini karena tubo balerang, pensi di danau menjadi langka, terpaksa kami mencarinya di sungai” ujarnya.

Tak hanya sekitaran Hulu Banda, bersama rekannya nenek tersebut mencari hewan bercangkang itu  hingga ke Lubuk Basung, “aliran sungai batang antokan ini sudah kami jejaki, sampai ke Lubuk Jariang, perbatasan antara Sangkir dan Nagari Garagahan Kecamatan Lubuk Basung,” ulasnya.

Pekerjaan tersebut tergolong sulit, tajamnya batu sungai sering melukai wanita itu,  tak jarang pula lintah ikut mencari hidup dikakinya, “mencari pensi harus hati-hati, batu sungai itu tajam serta di air dangkal dan tenang  banyak lintahnya,” ungkapnya.

Namun beliau bersukur, dengan pekerjaan tersebut sanggup membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya. “Alhamdulillah rezeki sudah diatur Tuhan, walau penghasilan tidak begitu besar, namun halal, anak saya mampu besar seperti anak yang lain,” pungkas sang nenek.

(Johan/Virgo)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top