Bukittinggi

Meresahkan Warga, Satpol-PP Tertibkan Pasangan Remaja di BTC

Bukittinggi, KABA12.com — Warga dan pedagang di sekitaran Pasar Banto Bukittinggi, mengeluhkan kelakuan para remaja yang berpasang-pasangan di lantai tiga BTC. Kelakuan remaja yang mayoritas masih pelajar yang duduk di bangku sekolah itu, mulai meresahkan warga sekitar, lantaran masih keluyuran hingga sore hari, dan mengenakan seragam sekolah.

“Petugas Satpol-PP melakukan patroli di kawasan BTC karena adanya laporan dari warga sekitar yang mengeluhkan kelakukan remaja yang berada di lantai 3 dan 5. Saat mendatangi lokasi petugas mendapati 11 muda-mudi, yang tiga diantaranya merupakan pasang bercaran.” Ungkap Andrizal selaku Komandan Regu B, usai melakukan patroli di kawasan BTC, Senin (09/01) sore.

Sementara Drs. Syafnir, Sekretaris sekaligus Plt. Kepala Dinas Satpol-PP mengatakan, bahwa kawasan lantai 3 hingga 5 BTC itu sering dijadikan tempat nongkrong muda-mudi, gelandangan, dan anak punk yang berkeliaran hingga sore hari.

“Memang telah ada laporan masyarakat kawasan BTC dimana mereka mengeluhkan kelakuan anak-anak remaja yang sering nongkrong di lantai 3-5, karena toko tidak diisi oleh pedagang, jadi lokasi toko ditempati anak gelandangan dan remaja yang berpacaran.” Jelasnya saat dikonfirmasi KABA12.com, Selasa (10/01).

11 remaja yang ditertibkan itu langsung dibawa ke markas Satpol-PP di belakang balok untuk didata dan diberi pengarahan. “Kita bawa ke markas, dan kita nasehati.” Imbuhnya.

Drs. Syafnir menambahkan, sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan para muda-mudi tersebut telah ditahan oleh petugas Satpol-PP.

“Kita tahan BB nya agar mereka terjerat. Jadi hari ini kita memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk sama-sama kita beri pengarahan dan peringati agar anak-anak siap pulang sekolah itu langsung pulang kerumahnya, bukan berkeluyuran di pasar.” Tutupnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top