Agam

Pertama di Agam. 32 Non Job – 2 Tak Berkejelasan

Lubuk Basung, KABA12.com — Kabupaten Agam pecahkan rekor, bahkan pertama dalam sejarah mutasi Pemkab Agam dengan menon-jobkan 32 pejabat dari berbagai jenjang, baik eselon IV, III dan II. Bahkan dua pejabat eselon II tak jelas posisinya, yakni M. Khudri, mantan Kepala dinas Sosial yang digantikan Kurniawan Syahputra yang tak disebut sebagai staf non-jabatan, juga nama Jabanur, Kadis Koperindag yang dalam prosesi pelantikan dan pengukuhan jabatan jumat sore tak disebutkan, bahkan dalam SK Bupati Agam pun tak tercantum nama kepala Dinas Koperindag-UKM yang ikut dilantik, sementara posisi eselon III-nya dikukuhkan.

Data yang dihimpun KABA12.com, 32 pejabat yang non-aktif berasal dari berbagai SOPD baru Pemkab Agam, dan masih ada beberapa nama yang tidak mendapatkan posisi Jumat, tapi sama sekali tidak tercantum keberadaannya, termasuk dalam daftar pejabat yang non-job. Yang menarik, dua pejabat eselon II masing-masing M.Khudri dan Jabanur, juga tidak mendapatkan posisi yang jelas, apakah non-job atau mendapat posisi lain. Untuk posisi Kepala Dinas Sosial yang ditinggalkan M. Khudri ditempati Kurniawan Syahputra, sementara Jabanur masih tak jelas, karena posisi kepala dinas Koperindag-UKM Agam tak dilantik Jumat (30/12) sore.

Bupati Agam Indra Catri menegaskan, pelantikan dan pengukuhan pejabat baru Pemkab Agam tersebut merupakan tahap awal, dan masih ada tahapan selanjutnya, terutama untuk posisi eselon IV. Dengan tegas, Indra Catri menyebutkan, pejabat yang baru dikukuhkan diberi tugas untuk menyelesaikan formasi jabatan yang di lingkungan organisasi masing-masing, “dalam 2 bulan kedepan, masih akan mutasi jabatan, “tegas Indra Catri.

Mutasi tahap awal, yang digelar Jumat sore, disebutkan memberi cerminan positif dalam upaya promosi para pejabat baru Pemkab Agam. Walau masih didominasi muka lama, dan hanya berputar-putar dari SOPD lama ke SOPD baru, namun 3 wajah baru kepala SOPD Agam, yang berasal dari camat, jadi pendukung naiknya kader-kader baru pemerintahan di kabupaten Agam.

(Harmen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top