Agam

Keelokan Danau Maninjau Mengkhawatirkan

Agam, KABA12.com — Danau Maninjau yang berada di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat saat ini dalam keadaan memprihatinkan. Pasalnya air danau jernih, kini berwarna keruh serta mengeluarkan bau tidak sedap.

Pantauan KABA12.com di lapangan, Selasa (28/12) sebagian besar permukaan danau berwarna hijau keruh. Bahkan di beberapa titik, kerumunan sampah “menghiasi” danau yang menjadi salah satu andalan pariwisata di Sumatera Barat.

Kondisi ini berpengaruh pada berkurangnya aktifitas masyarakat di Karamba Jaring Apung (KJA).

Son Fitri (50) masyarakat serta pengusaha KJA  yang tinggal di daerah tepi danau  mengungkapkan,  keruhnya permukaan danau tersebut sudah terjadi pasca tubo balerang melanda sejak tiga bulan terakhir, ditambah lagi dengan berseraknya bangkai  ikan karamba yang mati akibat bencana tersebut .

“Bila pagi harinya air danau terasa panas, sedangkan bekas pakan ikan yang mengapung di permukaan air sudah menimbulkan lumut atau jamur yang berwarna keputih- putihan” ujarnya.

Belum lagi dengan  tidak terlihatnya rinuak (ikan khas Danau Maninjau) di pinggiran danau tersebut, serta berkurangnya hasil tangkapan pensi yang merupakan sumber mata pencaharian umum warga setempat. “Biasanya setiap pagi  ikan rinuak ini muncul kepermukaan. Namun sejak danau ini tercemar, ikan ini  jarang nampak  bahkan dikhawatirkan punah” ujarnya lagi.

Son juga menambahkan, apabila tersentuh air danau,  kulit akan terasa gatal, dan menimbulkan bintik-bintik merah, “kemarin saya membersihkan (KJA) tiba- tiba sekujur tubuh saya merasa gatal,” ulasnya.

Masyarakat berharap, pemda setempat segera menanggapi persoalan ini. Sehingga ada solusi untuk mengembalikan keindahan dan keelokan danau maninjau, yang tentunya berdampak pada perekonomian masyarakat.

(Johan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top