News Lokal

Akhir Tahun, Retribusi Objek Wisata Bukittinggi Realisasi Rp 8,7 Miliar PAD

Bukittinggi, KABA12.com — Menjelang penghujung tahun 2016, kawasan objek wisata di Bukittinggi kian ramai dikunjungi. Saking banyaknya wisatawan yang mendatangi kota ber icon jam Gadang ini memberikan keuntungan yang banyak pula bagi pemerintah setempat.

Hingga Minggu kedua di bulan November ini saja, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bukittinggi, mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi objek wisata mencapai 86% atau Rp 8,7 Miliar.
“Di tahun ini pemerintah menargetkan PAD untuk retribusi kawasan objek wisata Bukittinggi sebesar Rp 10,02 Miliar. Alhamdulillah hingga Minggu kedua November kita telah mencapai 86% atau Rp 8,7 Miliar.” Ungkap Melfi Abra Kepala Disbudpar Bukittinggi, Kamis (24/11).

Melfi Abra menyebutkan, penyumbang terbesar dari pendapatan itu berasal dari objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) dan objek wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang.
“Data hingga akhir Oktober 2016 pendapatan dari TMSBK sebesar Rp5,9 miliar dan Taman Panorama dan Lobang Jepang sebesar Rp2,13 miliar. Kedua objek wisata itu merupakan penyumbang terbesar di samping dua objek wisata lain yakni Museum Rumah Adat Baanjuang dan Aquarium,” jelasnya.

Ia mengatakan, menjelang akhir tahun 2016 diperkirakan kunjungan wisatawan masih akan ramai karena ada beberapa hari besar yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur.
“Akhir tahun ini kita juga akan mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi yang jatuh pada 22 Desember 2016 dan kita berharap jumlah kunjungan wisatawan akan lebih meningkat lagi.” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menambahkan, untuk ditahun depan sesuai RAPBD 2017, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan bidang pariwisata diikuti dengan pengembangan berbagai infrastruktur lain yang dapat berdampak pada pariwisata daerah.
“Bentuk-bentuk kegiatan pembenahan pariwisata telah direncanakan seperti pembenahan taman-taman, area pejalan kaki di kawasan Jam Gadang, dan lainnya. Semoga dengan perbaikan ini objek wisata kita semakin baik dan jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat Setiap tahunnya.” Tutupnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top