News Lokal

Antisipasi Puso, Distanbunhut Ajak Petani Tanam Palawija

Tanah Datar, KABA12.com — Ancaman kekeringan dan hama wereng telah membuat petani di wilayah Lintau, Kabupaten Tanah Datar gagal panen. Sekitar 400 hektar lahan pertanian di kawasan tersebut kering dan para petani pun mengalami puso ( tidak dapat menikmati hasil panen ). Tidak hanya di kawasan tersebut kondisi kekeringan juga melanda daerah lainnya di Luhak Nan Tuo Tanah Datar.

Padahal, sebelumnya Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan setiap daerah untuk meningkatkan hasil produksi pertanian agar tercapainya swasembada pangan di wilayah Indonesia. Kondisi alam yang saat ini sedang tidak berpihak pada petani membuat dinas pertanian sebagai leading sector program swasembada pangan, harus mencari jalan untuk tercapainya target tersebut.

“Inilah kondisi alam yang tidak dapat kita kendalikan. Saat ini kita punya 22.900 hektar lahan pertanian, akan tetapi 410 hektar mengalami puso yang terdapat di Lintau Buo dan Lintau Buo Utara. Antisipasi yang bisa kita lakukan adalah dengan mengganti padi dengan tanaman palawija seperti jagung. Kita sudah berikan itu bibit jagung kepada para petani disana. Selama ini yang dicemaskan masyarakat tanaman palawija seperti jagung itu kurang laku dipasaran, padahal itu sebaliknya, jagung itu ada pasarnya dan harga dipasarannya juga bagus.” Jelas Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Datar saat dikonfirmasi oleh KABA12.com melalui sambungan telepon Sabtu (17/09).

Khairudin menambahkan, tanaman palawija merupakan tanaman pengganti padi bagi lahan yang tidak bisa berproduksi selama musim kemarau. “Setelah selesai panen jagung ini, lahan akan kembali digarap untuk padi.” Katanya.

Untuk ketercapaian target swasembada pangan pada tahun 2016 ini pemerintah pusat telah memberikan target kepada Kabupaten Tanah Datar sebanyak 12 ton lebih untuk hasil produksi dengan luas tanam lahan 52.431 Hektar.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top