News Lokal

Kemarau Panjang, Petani Gagal Panen

Tanah Datar, KABA12.com — Kemarau panjang yang terjadi selama empat bulan terakhir mengakibatkan sejumlah petani di daerah Jorong Padang Luar, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar mengalami gagal panen.

Para petani mengaku mengalami kerugian yang cukup signifikan. “Marugi bana padi kami kini ko. Alah ampek bulan ka balakang kemarauw panjang tajadi. Sahinggo banyak sawah awak disiko yang indak manjadi.” Tutur Nur salah seorang petani di daerah tersebut.

Mayoritas sawah yang diolah masyarakat di daerah ini adalah sawah tadah hujan (yang bisa digarap saat hujan). Kondisi kekeringan yang juga dikarenakam minimnya pengairan irigasi untuk pertanian ini juga ikut dikeluhkan warga.

img-20160914-wa0015Para Petani di daerah setempat juga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah pada mereka. Masyarakat hanya bisa saling bergotong royong untuk pengadaan saluran air untuk lahan pertanian yang mereka miliki.

“Kurangnyo awak disiko adolah banda untuak saluran aia. Sawah awak disiko kan sawah tadah hujan, jadi kalau manunggu hujan sajo, tanpa dibantu jo aia dari banda padi ndak akan manjadi.” tambah Nur.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian,Perkebunan dan Kehutanan Khairudin mengungkapkan, Anomali cuaca dan serangan hama wereng mendominasi sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, yang menyebabkan banyak tanaman padi gagal panen atau puso.

Dinas Pertanian Kab. Tanah Datar mengaku tidak banyak pilihan untuk para petani padi, terutama di sawah tadah hujan. Hanya saja untuk memperbaiki ekonomi dan hasil panen masyarakat, Dinas Pertanian menyarankan petani untuk mengganti tanaman padi dengan palawija.

“Ini kan kondisi alam, kita tidak dapat mengendalikan situasi ini. Apalagi bagi petani padi di sawah tadah hujan. Kita hanya bisa menyarankan warga untuk mengganti padi dengan tanaman palawija, seperti jagung dan lainnya.” Tutupnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top