Life

Waspada Kantong Kresek “Hitam”

Bukittinggi, KABA12.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, menghimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong kresek, apalagi yang berwarna hitam.

Dalam surat peringatan publik Nomor : KH.00.02.1.55.2890 tertanggal 14 Juli 2009, dijelaskan bahwa kantong kresek berasal dari proses daur ulang yang menggunakan bahan kimia. Riwayat penggunaan sebelum di daur ulang pun tidak diketahui berasal dari limbah dan mengandung zat apa.

img_20160908_095441

Hal ini patut diwaspadai oleh seluruh mayarakat, agar mengurangi penggunaan kantong kresek, apalagi yang berwarna hitam untuk membungkus makanan siap saji. Dikhawatirkan zat-zat yang terkandung dalam plastik tersebut, menyerap atau hinggap pada makanan yang dibeli oleh masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa bahaya yang harus diwaspadai di dalam kantong plastik hitam, seperti yang dikutip ddari halosehat.com :

  1. Kemungkinan terdapat kontaminasi zat kimia yang berbahaya
  2. Zat yang membuat kantong plastik menjadi bewarna hitam apabila terkena suhu panas akan terurai sehingga bisa menempel pada benda atau makanan yang berada di dalamnya. zat ini telah terbukti bisa menjadi salah satu pemicu penyakit kanker.
  3. Jika membakar kantong plastik hitam sebaiknya pastikan apakah pembakaran sudah sempurna atau belum karena zat yang berada di dalam kantong plastik bisa menjadi dioksin di udara yang sangat berbahaya jika dihirup oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.
  4. Bahan kimi dioksin ini jika terhirup kemudian bisa menjadi berbagai pemicu jenis penyakit diantaranya adalah kanker, pembengkakan hati, hepatitis dan gangguan pada sistem saraf.

Sebenarnya bukan hanya kantong plastik hitam yang perlu diperhatikan saat digunakan untuk membungkus makanan, kantong kresek lain pun termasuk yang berbahaya, tetapi dari penelitian, kantong kresek hitam lebih berbahaya. Namun ada beberapa benda lain yang sering digunakan sebagai pembungkus makanan yang perlu diperhatikan diantaranya adalah Koran, kertas bekas dan lainnya. tinta dalam Koran atau majalah bekas mengandung zat kimia yang juga berbahaya jika dikonsumsi dan akan mudah terurai jika terkena makanan yang panas dan berminyak.

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top