Pariwisata

Pantai Tiku “Primadona” yang Tak Terlupakan

Agam, KABA12.com. — Kabupaten Agam terkenal dengan pesona alamnya   yang beragam sehingga menarik minat  Wisatawan  untuk datang  menikmati pesona Alam  nan Indah tersebut , seperti  Objek Wisata  Tarusan Kamang, Ambun Tanai, Danau Maninjau dan termasuk Objek Wisata Pantai Tiku,  yang merupakan “Mutiara” terpendam dari Agam yang menjadi  anugrah tuhan  yang luar biasa , sehingga  patut disyukuri karena dengan hadirnya objek Wisata yang indah tersebut masyarakat sekitar juga mendapatkan rezeki dengan hadirnya wisatawan  untuk  melirik keindahan Objek Wisata .

Rafli ( 65) Tahun,  Bapak 5 orang anak ini sekarang fokus menjadi pedagang makanan dan Minuman dilokasi Wisata Pantai Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara , sudah Tiga  Tahun belakangan ini , ia memantapkan hati menjadi pedagang dilokasi Objek Wisata Pantai Tiku yang setiap hari selalu ada saja pengunjung yang datang.

Rafli tidak sendiri , bersama Istri dan seorang anaknya ia melayani setiap tamu yang datang  ke lokasi yang didirikan tenda-tenda payung kecil serta pondok dilokasi dekat warung dagangannya.

Tidak hanya Rafli, banyak pedagang lain  yang sama berjualan dengan Bapak 5 orang anak tersebut, pasalnya  3 Tahun belakangan ini Pantai Tiku menjadi salah satu tujuan utama pengujung untuk berwisata , baik libur akhir pekan, libur sekolah, libur hari besar serta hari –hari biasa Pantai Tiku masih banyak dikunjungi wisatawan, sebab selain lokasi yang telah bagus, sarana prasarana jalan   telah dibangun pemerintah .

Saat ini , sepanjang bibir pantai tenda-tenda payung-, pondok-pondok tempat santai   tampak berdiri , bergitupula warung pedagang makanan dan minuman juga kian hari kian  “ menjamur”  menandakan bahwa lokasi Objek Wisata ini selalu ramai  dikunjungi wisatawan.

Rafli  merupakan salah satunya Pedagang yang  merasakan Limpahan rezeki dengan   hadirnya dan berkembangnya Objek Wisata Pantai Tiku , karena pada Hari Biasa ia bisa memperoleh Rezeki sebesar Rp. 200,000,-/ harinya, dan berbeda bila hari lebaran Idul Fitri, libur Panjang, serta  Libur Sekolah maka ia bisa menghasilkan  uang Sebesar Rp. 1-1,5 Juta  perharinya.

“ Sejak pantai ini semakin berkembang dan semakin bagus, yakni 3 Tahun terakhir saya cukup lumayan  mendapatkan rezeki, karena ada saja pengunjung yang datang setiap harinya dan paling besar bila hari raya Idul Fitri karena ribuan pengunjung datang selama hari raya tersebut” ujar Rafli kepada Penulis di Lokasi Pantai Tiku.

Bahkan dengan penghasilan yang didapat setiap harinya, makin hari uang yang dikumpulkan semakin bertambah  dan sedikit demi sedikit ia tambahkan untuk modal usahanya serta untuk membeli  tenda payung dan kursi-kursi untuk ditempatkan dilokasi Objek Wisata.

Ia mengakui,  Objek Wisata Pantai Tiku banyak dilirik dan dikunjungi Oleh Wisatawan, air yang bening dan berwarna biru  bagaikan  Mutiara, hembusan anginnya membuat jiwa  terbuai dan dua  Pulau ditengah laut,  Pulau Ujuang dan Pulau Tangah  membuat orang mensyukuri keindahan anugrah Tuhan , sehingga semakin hari lokasi Pantai Tiku banyak berdiri Kedai makanan dan minuman yang baru dibangun , semua pedagang berpacu menjual jajanan yang beraneka ragam serta pelayanan maksimal kepada Tamu yang datang .

Bagi Rafli yang ditemani istrinya Nursian , Pantai  Tiku adalah sumber rezeki, sumber ekonomi, karena  sebelumnya ia adalah tukang becak pengangkut Ikan dengan penghasilan tidak menentu,  namun 3 tahun terakhir ia memantapkan hati bersama keluarganya,  ia mendirikan Pondok untuk tempat Berjualan “ Alhamdulillah semenjak saat itu, rezeki yang didapat  lumayan , dan  saya sangat Bersyukur” ujarnya mengucap syukur.

Diakui Rafli, yang asli Warga Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara bahwa kedepan ia akan terus berjualan hingga akhir hayatnya dan bila tidak sanggup lagi ia berencana untuk melanjutkan kepada anaknya untuk berjualan nantinya, dengan harapannya  Pantai Tiku  bisa semakin dikembangkan  oleh pemerintah serta semakin menambah sarana prasarananya pendukung lainnya agar Pantai Tiku tetap menjadi “ Primadona “ yang tak terlupakan oleh wisatawan yang pernah menyinggahi Mutiara Terpendam  dari Ranah Agam ini.

(Ardi)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });