News Lokal

Keracunan Danau Maninjau, Dilemma Tak Bermuara

Maninjau, KABA12.com. — Keracunan ikan budidaya jala apung atau keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau menjadi dilemma tak berkesudahan.
Pasalnya upaya pemerintah melakukan berbagai langkah antisipasi dampak yang merugikan masyarakat masih belum membuahkan hasil.
Bahkan rekomendasi tim ahli termasuk wacana penataan lokasi budidaya KJA hingga kini masih tak bermuara, padahal dampak KJA yang jumlahnya justru semakin besat bahkan tecatat lebih dari 15 ribu unit  justru semakin membuat sesak Danau Maninjau yang notabone nya objek wisata unggulan Sumatera Barat.
Upaya Pemkab Agam sendiri selalu buntu karena tidak terealisasi di lapangan, karena Danau Maninjau kini justru sebagai sentral penghasil.ikan budidaya air tawar di Sumatera.
Terkait dampak keracunan ikan KJA Sekab Agam M.Dt.Maruhun didampingi Kaban Kesbangpol Rahman dan kepala BPBD Agam Bambang Warsito saat goro pembersihan danau Maninjau menguatirkan ikan budidaya KJA terancam keracunan kembali kisaran akhir Agustus dan September, karena siklus angin yang biasanya berpengaruh pada endapan bekas makanan ikan yang sudah menumpuk di dasar danau.
Perkiraan itu tidak melesat karena pengarug angin kencang beberapa hari terakhir yang mengaduk aduk dasar danau mengapungkan bekas makanan ikan yanh berubah jadi racun bagi ikan budidaya
Disebutkan pihaknya sudah menghimbau pengelola budidaya ikan KJA untuk waspada bahkan masyarakat pun sudah sangat paham akan siklus rutin tiap 3 bulan sekali itu
Pengaturan lokasi pengembangan KJA termasuk aplikasi rekomendasi tim ahli menyangkut jumlah layak KJA di danau Maninjau sebut M.Dt.Maruhun masih dalam.proses sosialisasi di lapangan karena pemerintah bersama masyarakat harus betul betul satu komitmen dalan upaya penyelamatan danau Maninjau itu.
Kasus keracunan ikan yang beberapa tahun terakhir menjadi bencana rutin di danau Maninjau karena efeknya tidak hanya mendatangkan kerugian besar bagi pemilik jala apung tapi juga terhadap ekosistim danau serta wisata Danau Maninjau sendiri hingga kini masih terus terjadi seperti halnya Sabtu malam kemarin.

(Harmen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top