Life

Cara Mengatasi Trauma Pada Anak

KABA12.com — Semua orang, baik muda atau tua dapat mengalami trauma. Namun, dapat dikatakan bahwa anak-anak lebih rentan mengalami trauma, karena secara psikologis anak-anak belum siap menghadapi suatu peristiwa seperti orang dewasa. Banyak faktor yang menyebabkan trauma pada anak. Mulai dari terus menerus diejek teman sebaya, pertengkaran orangtua, mengalami kekerasan, dan sebagainya.

Trauma adalah emosi ekstrem atau gangguan stres yang timbul karena adanya kejadian yang luar biasa dan membuat anak mengalami tekanan.  Semua itu akan berdampak buruk terhadap pencapaian keterampilan, prestasi akademik, integrasi sosial, pemecahan masalah dan kesehatan mental umumnya dan akan menjadi penghalang langkah seorang anak menuju masa depan yang baik.

Secara umum gejala trauma pada anak dapat dikenali dari perubahan tingkah laku, misalnya tiba-tiba menjadi pendiam, murung, tidak berdaya dan mudah takut. Sementara secara fisik misalnya sering mengeluh pusing, muntah-muntah, sakit perut dan nafsu makan menurun. Gejala lain dari trauma pada anak adalah anak tiba-tiba jadi mudah menangis tanpa sebab, tidak bisa tidur atau tidur dengan gelisah, tidak mau ditinggal sebentar, dan terlalu peka terhadap suara keras.

Anak-anak juga harus dijauhkan dari situasi yang terlalu menakutkan baginya. Jika anak mengalami trauma berat, segera berikan terapi khusus. Selain terapi, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi trauma pada anak:

  1. Berikan rasa aman dan nyaman

Rasa aman dan nyaman mucul dengan memberikannya pelukan, memberikan kehangatan, dan yakinkan anak bahwa semua akan baik-baik saja. Terciptanya rasa aman membuat anak tidak merasa kecemasan yang berlebihan. Selain itu, jadikan kesempatan itu untuk mengajarkan rasa empati dan menanamkan nilai agama.

  1. Biarkan anak menangis

Pada saat anak kaget atau merasa terancam, reaksi yang pertama ditimbulkan adalah menangis. Menangis merupakan cara anak untuk menyalurkan emosinya untuk menenangkan gejolak hatinya.

  1. Ajak bicara

Cara paling mudah untuk menghilangkan rasa trauma pada anak adalah dengan mengajaknya bicara. Minta padanya untuk menceritakan perasaan apa yang sedang ia rasakan. Dari pembicaraan itu, mulailah belajar untuk memahami apa yang dirasakan anak.

  1. Jangan bohongi anak

Meskipun masih kecil, jangan pernah membohongi dan menutupi kejadian yang sebenarnya pada anak. Berbohong justru akan membuat anak berharap lebih dan merasa kecewa saat tahu dirinya dibohongi. Ini sama sekali tidak akan mengobati rasa trauma serta stresnya. Lebih baik jujur beritahukan kondisi sebenarnya dan biarkan anak memahaminya dengan cara mereka.

  1. Luangkan waktu

Sesibuk apapun kita, sebaiknya kita sedikit meluangkan waktu untuk si kecil. Sempatkan waktu kita untuk mengajaknya bermain, mengobrol, atau pun menemaninya saat tidur. Hal tersebut akan memberikan ketenangan pada diri anak. Pada akhirnya, dengan berusaha selalu ada untuknya, anak tidak akan merasa sendirian dan tidak lebih stres menghadapi trauma pada dirinya.

Jika terapi yang Anda lakukan tidak berhasil, sebaiknya ajak anak menemui psikolog atau orang yang ahli di bidangnya. Sebab trauma yang berkepanjangan akan memberi dampak buruk bagi perkembangan psikologi anak bahkan hingga ia beranjak dewasa nanti.

(Virgo Fernandes)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top