News Lokal

Walikota Bukittinggi Minta Mahasiswa Baru IAIN Tidak Terlibat Demonstrasi

Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 2.337 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Bukittinggi, mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar di kampus tersebut, Senin siang (22/8).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Nur Aisyah mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pengenalan bagi mahasiswa baru terkait kegiatan pembelajaran di kampus.

“Dalam PBAK, para mahasiswa diberikan pengetahuan mengenai pedoman akademik, bagaimana pola belajar di perguruan tinggi, kode etik mahasiswa dan kegiatan-kegiatan lain di dalam lingkungan kampus,” katanya.

Selama pengenalan tersebut, para mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemerintahan dan ketertiban umum dengan narasumber dari Pemkot Bukittinggi dan kepolisian setempat. Semua mahasiswa baru tersebut berasal dari empat fakultas yang ada di kampus itu yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

Pelaksanaan PBAK dilakukan selama dua hari yakni 22 hingga 23 Agustus 2016 dan dilanjutkan dengan pembinaan oleh kakak kelas terkait unit kegiatan kemahasiswaan di kampus.

“Dalam pengenalan unit kegiatan kemahasiswaan, para mahasiswa baru dapat mengenal kegiatan-kegiatan lain di kampus seperti seni, olahraga, pencinta alam dan lainnya sehingga dapat bergabung sesuai minat dan bakatnya,” dia melanjutkan.

Melalui PBAK, para mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah tersebut dapat mengenal dengan baik satu sama lain dan mengikuti perkuliahan dengan baik.

Sementara, WaliKota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias saat memberikan pembekalan, mendorong agar mahasiswa aktif mengembangkan kemampuan non akademik melalui keikutsertaan dalam organisasi kampus yang sesuai dengan minat dan bakat.

“Kami harapkan mahasiswa juga aktif melakukan kegiatan diskusi yang bermanfaat dan menghindari demonstrasi karena cenderung tidak memberikan manfaat. Berdiskusi atau musyawarah lebih baik karena dapat mencerminkan masyarakat yang beradat dan berbudaya,” jelasnya.

Dia mengimbau para mahasiswa agar fokus mengembangkan diri dan menjauhi pergaulan yang tidak bermanfaat. “Pemerintah selalu melakukan razia, kami harap jangan sampai mahasiswa ikut tergaring dalam razia-razia yang dilaksanakan oleh petugas tersebut,” tegasnya.

(Debi Kurnia)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top